Sosok Srikandi Suku Wayoli Pendiri Sanggar Sara Re Selo di Desa Sasur

Nasional, Opini60 Dilihat

HALMAHERA BARAT, Narasinews.co.id – Mendengar nama Agnes Kuadang atau yang akrab disapa Mama Kades, akan terbayang nama besar Sanggar Sara Re Selo. Ini merupakan tarian Sara Re Selo asli suku Wayoli yang didirikan oleh mama kades bersama para tetua adat suku Wayoli sehingga tradisi-tradisi tetap di lestarikan sampai saat ini.

Srikandi pintar dan tangguh tersebut dipanggil mama kades karena saat ini menjadi seorang istri dari Inkarianto Christi Saban S.H, selaku kepala desa Sasur.

Sanita Carolina Sasea menjelaskan saat dirinya bersama NGO delegasi sekebun melaksanakan penelusuran adat di bumi Halmahera yang merupakan kegiatan pengabdian masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Indonesia.

“Kami (delegasi sekebun) telah melaksanakan pengabdian masyarakat, sejak 28 juli sampai 5 Agustus 2023  di desa Sasur kecamatan Sahu untuk menelusuri adat di bumi Halmahera,” jelas Sasea yang adalah dosen Pendidikan Sosiologi Unima.

“Saat pengabdian itu, kami diperkenalkan dengan sosok mama kades yang juga ketua PKK di desa Sasur. Dikenal dengan sosok yang ramah, rasanya tidak bosan-bosan bercerita ketika ada yang bertanya atau mencari tahu tentang desa Sasur dan hal paling luar biasa lainnya, beliau sangat antusias karena memang beliau saat ini dan bahkan dari dulu berkerinduan desa tercintanya bisa dikenal oleh khalayak ramai,” lanjut Sasea.

Menurutnya, mama kades, tak hanya Founder (pendiri) Sanggar Sara Re Selo namun, saat ini wanita yang dikenal sebagai sosok srikandi itu, recananannya akan mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di desa Sasur.

“Saat ini mama kades sedang berjuang untuk membuka Sekolah Menengah Keatas (SMA) di desa Sasur. Karena, beliau merupakan sosok srikandi yang berkeinginan  anak-anak desa Sasur tidak lagi berhenti sekolah atau putus sekolah dengan alasan tidak ada sekolah yang dekat apalagi mengingat Desa Sasur berada jauh dari pusat kabupaten kota, serta akses yang tidak muda bagi warga Sasur untuk keluar,” ungkap Sasea.

Sasea, berharap agar sekolah yang yang akan didirikan oleh mama kades bisa terealisasikan agar harapan mama kades puluhan tahun kedepan sudah ada generasi penerus dirinya.

“Saya berharap agar sekolah yang akan didirikan oleh mama kades dapat terlaksana tanpa kendala agar harapan mama kades yakni tidak lagi ada anak-anak putus sekolah di desa Sasur dan 10 hingga 20 tahun kedepan beliau berharap desa Sasur sudah ada yang bisa Sarjana seperti beliau untuk membangun Desa Sasur,” tandas Sasea. (ABa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *